Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

PEMBUNUHAN MISTERIUS: PEMICU KONFLIK DI PAPUA



PEMBUNUHAN MISTERIUS: PEMICU KONFLIK DI PAPUA

Senin, 22 Mei 2017
Oleh : Ananta Goenawan


Akhir-akhir ini rakyat Papua khususnya Kota Jayapura di gegerkan dengan kasus kekerasan yang berujung pada pembunuhan serta penemuan mayat. 11 Mei 2017, seorang Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih bernama Dr.Suwandi, di hadang dua orang tak dikenal saat hendak pulang ke rumahnya di jalan buper waena. Pelaku menyerang korban dengan parang hingga tewas. Sabtu 13 Mei 2017, seorang wanita bernama Fitri Diana tewas setelah dihadang tiga orang tak dikenal di dekat Kampung Netar Distrik Sentani Timur. Rangkaian aksi pembunuhan misterius ini berlanjut hingga Jumat 19 Mei 2017 setelah ditemukannya mayat seorang perempuan yang kemudian diketahui sebagai penjual tahu tek di depan RS.Dian Harapan pada pukul 05.15 pagi WIT. Jenazah perempuan berusia 45 tahun ini ditemukan dalam parit tepat di depan PLTD Waena.

 Anehnya Jumat sore tepatnya di depan depot pemotongan kayu (sawmill), masyarakat di kagetkan oleh penyisiran yang dilakukan oleh Polresta Jayapura. Warga menduga penangkapan dan penyisiran di depan sawmil berkaitan dengan jenazah perempuan yang ditemukan di dalam parit PLTD Waena. Namun pihak kepolisian membantah dugaan tersebut dan masih mendalami dan mengidentifikasi beberapa orang yang ditangkap Siapa sebenarnya aktor pembunuhan misterius ini? Hingga kini belum jelas siapa pelaku pembunuhan berdasarkan bukti-bukti dan saksi-saksi. Terdapat beberapa kejanggalan dalam kasus pembunuhan misterius ini yang dapat mengarahkan kita kepada kecurigaan pembunuhan ini adalah setingan beberapa oknum ataupu elit politik demi kepentingan mereka diatas Tanah Papua Barat.
Pertama, korban secara mengejutkan berturut-turut diawali oleh masyarakat non-Papua. Terlihat dengan jelas penyetingan menuju kepada konflik antara rakyat Papua dan rakyat non-Papua demi menghancurkan aspirasi Papua Merdeka.

Kedua, pada Jumat sore 19 Mei 2017 aparat menembak seorang warga asal Yahukimo bernama Maikel hingga tewas. Sampai saat ini belum jelasnya kasus apa yang menimpa Maikel. Tanpa bukti-bukti yang valid serta saksi-saksi, aparat menggrebek dan menembak Maikel hingga tewas. Asas praduga tak bersalah tidak dijunjung lagi oleh penegak hukum. Setelah Maikel ditembak, tersebar foto Maikel di media sosial bahwa inilah pelaku pembunuhan seorang perempuan yang ditemukan dalam parit PLTD waena. Masyarakat akar rumput yang belum memahami skenario ini seolah di giring ke arah pemvonisan masyarakat pegunungan tengah sebagai pelaku. Dan konflik kecil pun mulai terlihat.

Ketiga, konflik yang di inginkan oleh sang aktor pembunuhan misterius ini pun mulai kelihatan. Dua Orang Asli Papua ditikam oleh masyarakat Ambon hingga tewas. Aparat yang saat itu berada di lokasi kejadian melakukan pembiaran. Serta teriakan “masyarakat wamena” pun keluar dari masyarakat Ambon. Seolah-olah dua orang inilah yang menjadi pelaku pembunuhan perempuan yang ditemukan dalam parit PLTD.

Ketika terjadi demonstrasi Papua Merdeka, aparat turun dengan kekuatan penuh untuk menjaga bahkan senjata tajam pun dilarang untuk diambil dalam aksi. Masyarakat Ambon yang menggunakan senjata tajam untuk melukai dua orang asli papua diabaikan oleh aparat keamanan. Jelaslah misi terbesar Indonesia atas Papua: “Habisi Rakyat Papua dan Kuasai Tanah Mereka serta Kekayaan Alam Mereka.”

Dari seluruh pembunuhan misterius ini dapatlah kita menarik satu benang merah “konflik”. Masih ingatkah kita pada kasus tragedi Ambon 1999? Tragedi itu secara sistematis dipicu dan dipelihara oleh sejumlah tokoh politik dan militer di Jakarta, untuk melindungi kepentingan mereka. Pola adu domba yang memicu konflik inilah yang sering dilakukan oleh kelompok-kelompok militer. Di Afrika juga terjadi perang saudara yang di provokasi oleh kapitalisme bangsa kulit putih yang ingin menguasai kekayaan mereka. Aktor yang merencanakan ini semua hanya duduk diam dan menertawai konflik tersebut. Siapakah yang menang? Tidak ada kan. Satu agama tidak langsung dimenangkan. Itu semua hanya karena terprovokasi. Bagaimana dengan Papua? Papua saat ini pun sedang di giring oleh kelompok elit Jakarta menuju ke arah konflik entah antar non-papua dan Papua ataukah Papua dan Papua maupun Konflik SARA. Rakyat Papua dituntut untuk tidak mudah terprovokasi dan harus cerdas dalam melihat isu serta sadar akan segala sesuatu yang dilakukan oleh Kolonial Indonesia diatas Tanah Papua.

Kolonial Indonesia saat ini sedang melakukan poltik Devide et Impera atau politik adu domba yang pernah Belanda lakukan di Nusantara. Kolonial Indonesia mencoba mengadu dombakan sesama Papua dengan menciptakan kasus pembunuhan misterius dan menggiring opini publik menuju kepada pelaku yang tak lain adalah masyarakat Pegunungan Tengah. Ketika publik telah tergiring munculah kebencian antara kita. Jika kebencian itu sudah mencapai batas ambang maka pecalah konflik. Ketika konflik pecah antara sesama Papua, maka aspirasi Papua Merdeka akan dengan mudah runtuh. Disinilah titik pusat dan tujuan utama dari semua setingan kolonial Indonesia agar mereka tetap berdiri kokoh diatas Tanah Leluhur kita.

Pengalihan isu pun terjadi disaat mencuatnya kasus pembunuhan misterius ini. Indonesia seolah-olah ingin menunjukan kepada dunia Internasional bahwa yang melakukan pembunuhan di Papua pada akhir-akhir ini adalah mereka orang asli papua sendiri. Demi menyelamatkan wajah mereka di Dewan HAM PBB.

Marthen Manggaprouw, Sekjen West Papua National Autorhity (WPNA) menulis di akun facebook miliknya : “Kita tetap fokus pada Papua Merdeka karena itu solusi. Balas membalas dalam bingkai NKRI tidak akan mendapatkan keadilan sekalipun. Ini negara hukum, mereka yang membawa senjata tajam dan palang jalan raya sebagai fasilitas umum di sekitar RS.Dian Harapan justru mendapat dukungan dari aparat kepolisian, bahkan di depan mata mereka 2 orang Papua dibunuh, tapi mereka biarkan. Sedangkan warga Papua yang tidak membunuh oranglain justru ditembak mati tanpa ampun.”

Rakyat Papua tetaplah tenang dan jaga diri baik-baik serta hindarilah perdebatan yang berujung pada konflik antara kita yang arahnya nanti kepada perang saudara seperti di Afrika.  Hentikan saling tuduh-menuduh dan fitnah di antara kita. Jangan terprovokasi oleh siapapun yang ingin memupuk rasa kebencian yang akan berujung pada konflik. Jaga persatuan kita dalam United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). Usir Indonesia sekarang juga sebab yang kolonial itu selalu iblis. Indonesia lah yang selalu membuat ulah diatas tanah Papua demi menghabisi nyawa rakyat Papua dan menguasai penuh kekayaan alam Bangsa Papua. 

Salam Revolusi...!!!
Wa...Wa...Wa...!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

YESUS, REVOLUSIONER SEJATI



Friday, October 21 2016
Oleh : Fonataba Arnaldho Guntur


 Yesus Nazarenus Rex Yodiorum, Yesus dari Nazareth adalah tokoh kepercayaan umat nasrani diseluruh dunia yang diyakini sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sering disebut ‘Anak Allah’ atau ‘Mesias’ Yang Akan Datang untuk membebaskan bangsa Israel dari penjajahan. Yesus bahkan disebut-sebut sebagai Tokoh Berpengaruh Sepanjang Masa sebab ajaran-Nya hampir dianut oleh milyaran orang diberbagai belahan dunia. Keyakinan milyaran orang didunia tak lepas dari ajaran Yesus yang begitu menggugah hati setiap orang melalui perkataan-perkataanya didalam Alkitab.

Yesus disebut sebagai revolusioner yang teguh sebab hingga ajdal datang menjemputnya ia tetap mempertahankan asas-asasnya diatas palang gantungan berbentuk salib. Keteguhan hatinya itu mengagumkan musuh dan menyemangati kawan. 

Revolusi Yesus Kristus dimulai sejak ia berumur 30 tahun. Ia berevolusi selama kurang lebih 3,5 tahun. Sempat ditolak oleh orang-orang ditempat asalnya, Nazaret, sebab mereka menganggap Yesus sebagai saudara mereka bukan tokoh yang diutus untuk membebaskan mereka. Revolusi yang diajarkan Yesus tak lepas dari nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kasih. Ia mengedepankan etika, moral, dan spiritual.

Yesus seringkali ditemukan dalam kerumunan banyak orang.  Terutama orang-orang miskin, menderita, melarat, cacat, sakit, perempuan berdosa. Mereka inilah bagi Yesus sebagai calon untuk hidup dalam negara 1.000 tahun damai yang akan datang dibumi kita ini yang penuh keadilan dan cinta kasih sayang. Yesus sendrirlah yang akan menjadi raja dalam negara tersebut 

Ajaran Yesus kalau boleh dengan kasar digambarkan ialah ‘komunisme sederhana’. Yesus pun memiliki jiwa sosialisme yang sering ia ajarkan kepada ,murid-muridnya. Dimana hak kepemilikan barang  tak berarti dansetiap orang sama. Sayang menyayangi sesama manusia. Terlebih Yesus menanmakn jiwa revolusioner dan sosialistis.Inilah bukti revolusioner sejati dalam diri Yesus.

Yesus Kristus datang ke hadapan bangsanya Israel dan memproklamasikan kepada rakyat Israel bahwa ia diutus oleh Allah untuk menyampaikan kabar baik kepada orang miskin, memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan membebaskan orang-orang tertindas.. Proklamasi tersebut dibuktikan dengan sebuah aksi nyata dimana Yesus berjalan dari kota ke kota, desa ke desa, untuk mengorganisir kaum miskin, kaum tertindas, pelacur, pemungut cukai, nelayan, serta orang-orang yang dianggap berdosa dan tak terhormat bagi Ahli Taurat dan Tetua bangsa Israel pada waktu itu. Organisir yang dilakukan Yesus berhasil dan cara perlawananan dilakukan tanpa kekerasan, pedang, ataupun mengangkat senjata. Cara-cara inilah yang membuat tokoh kemerdekaan India yang beragama Buddha, Mahatma Gandhi, sangat mengidolakan Yesus Kristus. Mahatma Gandhi mengedepankan perlawanan tanpa kekerasan untuk mengusir penjajah Inggris.

Yesus melawan kaum nya sendiri yang disebut Kaum Rabbi yang terdiri dari ahli taurat dan farisi. Yesus melihat suatu ketidakadilan dimana biaya untuk melayani gereja dan kaum rabbinya itu serta biaya untuk membayar perang kerajaan romawi mesti dipikul oleh rakyat Israel dengan jalan pajak. .Yesus menentang kaum rabbi serta paham mereka tentang agama.  Perlawanan dengan senjata terhadap kaum rabbi yang dilindungi oleh Kerajaan Romawi tak mungkin dilakukan oleh Yesus. Kaum Rabbi akhirnya iri hati melihat banyaknya pengikut Yesus diantara rakyat miskin. Rapat Shanderin dilakukan dan memutuskan untuk menangkap Yesus. Didepan Shanderin, Yesus ditanya oleh imam besar, apakah dia mengaku bahwa dia anak Allah. Yesus mengakui hal itu terus terang. Pengakuan ini dianggap sebagai penghinaan terhadap Tuhan. Atas pengakuan ini imam besar memutuskan bahwa Yesus mesti dihukum mati. Dihadapan Pontius Pilatus, wakil kerajaan romawi untuk galilea, Yesus mengaku pula terus terang sebagai Raja Orang Yahudi.
Sikap Yesus di depan hakim, ditengah-tengah ocehan, caci maki, dan diatas palang gantungan, masih tetap mengaku dan dan memegang teguh asasnya sangat menakjukan.

Dikatakan dalam Alkitab, Yesus Kristus memiliki kuasa ilahi yang mampu menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, berjalan diatas air, mengubah air menjadi anggur, membangkitkan orang mati, serta mujizat-mujizat lainya. Kuasa yang dimilikinya inilah yang membuat banyak orang takjub dan menjadi pengikutnya. Dengan kata lain kuasanya dipakai untuk kesejahteraan seluruh bangsa Israel.

Yesus memainkan politik ‘Kerajaan Allah’, yakni  politik yang mengutamakan keselamatan, kesejahteraan, belarasa, dan memihak korban atau manusia yang menjadi target penyebaran ajaran-Nya.

Yesus layak dijadikan inspirasi dalam revolusi suatu bangsa termasuk bangsa Papua yang hingga saat ini masih melakukan perlawanan terhadap penjajah Indonesia. Mengedepankan kasih, kebenaran, keadilan. Serta etika dan moral dalam suatu perjuangan pembebasan. Tanpa kekerasan sekalipun dan mengangkat senjata.  Dan yang terpenting memegang teguh asas sampai sampai nafas terakhir dalam revolusi.
Salam Revolusi....!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

ISU SARA MENGHANCURKAN IDEOLOGI NKRI, RAKYAT PAPUA TAK USAH AMBIL PUSING



Friday, October 21 2016
Oleh : Fonataba Arnaldho Guntur

SARA adalah berbagai pandangan dan tindakan yang didasarkan pada sentimen identitas yang menyangkut keturunan, agama, kebangsaan atau kesukuan dan golongan. Dalam pengertian lain SARA dapat disebut diskriminasi yang merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, dimana layanan ini dibuat berdasarkan karakterisktik yang diwakili oleh individu tersebut.  Setiap tindakan yang melibatkan kekerasan, diskriminasi dan pelecehan yang didasarkan pada identitas diri dan golongan dapat dikaitkan sebagai tindakan SARA. Tindakan ini melecehkan kemerdekaan dan segala hak-hak dasar yang melekat pada manusia.

Indonesia tak pernah lepas dengan yang namanya tindakan SARA. Konflik antar agamadi ambon dan Poso salah satu contoh konflik yang ditenggarai oleh isu SARA. Bukan hanya itu rakyat Papua pun mengalami tindakan SARA. Bangsa Indonesia selalu menstigma rakyat Papua dengan sebutan monyet, hitam, primitif, kafir, bodoh. Tindakan SARA seakan menjadi konsumsi paling enak Bangsa Indonesia. Tanpa melihat bangsanya yang memiliki angka kemiskinan paling tinggi. Disaat belahan dunia lain telah maju dengan teknologi yang canggih, bangsa Indonesia masih berlari disekitar isu SARA.

Isu ini kembali mencuat beberapa hari yang lalu dan menjadi tranding topic setelah Gubernur DKI, Ahok, mengeluarkan pernyataan yang menurut agama islam menista agama mereka. Tak hanya itu Kapolda baru Banten pun dianggap kafir hanya karena beragama kristen. 

Front Pembela Islam serta Majelis Ulama Indonesia berespon sangat cepat dan melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya. Mereka juga menurunkan ribuan masa dan berdemonstransi di depan Balai Kota Jakarta pada hari jumat,14 oktober 2016. Mereka juga menuntut jika Ahok tak dihukum, maka mereka kembali akan melakukan aksi pada hari jumat pekan depan. Tak hanya itu FPI dan MUI pun melontarkan kata-kata Ahok seorang yang kafir. Kata kafir inilah yang membuat banyak umat kristen di Indonesia tak terkecuali Papua membalas kata-kata kafir ini melalui status,tweet di media sosial sebagai bentuk kepedulian kepada Ahok. Gubernur Papua pun mengeluarkan pernyataan bahwa Jika Ahok dan pemimpin kristen dianggap kafir oleh negara indonesia, maka Papua siap lepas dari NKRI.

Papua yang mayoritas beragama kristen ternyata banyak yang menunjukan kepeduliaan kepada Ahok. Wajar dan benar sebagai sesama umat kristen saling mengasihi dan membantu jika dalam kesusahan. Namun pernakah kita menunjukan kepeduliaan kita terhadap sesama rakyat Papua yang hari ini hampir punah akibat pelanggaran HAM berat indonesia...??? Tak usahlah kita jauh-jauh untuk menunjukan kepeduliaan terhadap Ahok sedangkan  yang didepan mata kita yang dibunuh,disiksa,dipenjara kita tak peduli. Yang didepan mata kita hari ini mengalami tindakan SARA. Dikatai sebagai kafir, monyet, primitif, bodoh. Ini jelas-jelas sebuah tindakan SARA terhadap rakyat Papua yang sangat melecahkan harga diri bangsa Papua yang memiliki kulit hitam.

Bukan suatu masalah jika anda peduli terhadap Ahok. Marilah berkaca,  Papua sedang berjuang untuk bebas dari penindasan indonesia. Dan langkah itu hanya menunggu waktu dan pengakuan indonesia untuk melepas Papua. Jika hari ini kita masih sibuk dengan masalah indonesia, maka ini akan dimanfaatkan indonesia untuk mengkampanyekan kepada dunia internasional bahwa Papua masih ada kepedulian terhadap Indonesia.  Hal itu dibuktikan dengan status, tweet  dari rakyat Papua yang peduli dengan isu SARA di indonesia. Oleh sebab itu biarkanlah Indonesia menuju kehancuran mereka dan mari tataplah negeri kita yang penuh susu dan madu yang sebentar lagi akan menjadi sebuah negara yang sejajar dengan bangsa-bangsa lain didunia ini.

Isu SARA akan menjadi bom waktu yang suatu saat menghancurkan negeri mereka, terutama menghancurkan ideologi mereka lebih awal, Pancasila, yang mana pada sila-1, Ketuhanan Yang Maha Esa.  Ini bukti bahwa dasar negara mereka tak jelas dan masih diragukan dan akan menjadi bahan tertawaan bagi negara lain termasuk Papua. Masyarakat Papua tetaplah memandang dan menertawai kehancuran bangsa Indonesia tanpa ambil bagian untuk menyelesaikan masalah mereka terkait tindakan SARA.

Kata kasarnya ‘Rakyat Papua tak usah ambil pusing’. Tak usah peduli dengan masalah mereka sebab kita juga memiliki masalah. Sadarlah kita bukan Indonesia tetapi Papua yang sebentar lagi statusnya menjadi negara. Jika peduli Ahok cukup mendoakan dirinya sebab kesusahan dan penderitaan rakyat Papua lebih besar daripada kesusahan seorang Ahok. 

Tuhan pun tahu dan mendengar doa kalian, jika ahok benar tidak menista agama lain, Tuhan akan melindunginya. tetapi jika ia menista agama lain, ia akan mendapat hukuman Tuhan. Soal Ahok serahkan lah pada Tuhan yang kita percayai dan marilah tatap negeri kita Papua menuju pemebebasan dari kolonial Indonesia. Salam Perdamaian...!!!


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0

YESUS, REVOLUSIONER SEJATI



Friday, October 21 2016
Oleh : Fonataba Arnaldho Guntur

Yesus Nazarenus Rex Yodiorum, Yesus dari Nazareth adalah tokoh kepercayaan umat nasrani diseluruh dunia yang diyakini sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sering disebut ‘Anak Allah’ atau ‘Mesias’ Yang Akan Datang untuk membebaskan bangsa Israel dari penjajahan. Yesus bahkan disebut-sebut sebagai Tokoh Berpengaruh Sepanjang Masa sebab ajaran-Nya hampir dianut oleh milyaran orang diberbagai belahan dunia. Keyakinan milyaran orang didunia tak lepas dari ajaran Yesus yang begitu menggugah hati setiap orang melalui perkataan-perkataanya didalam Alkitab.

Yesus disebut sebagai revolusioner yang teguh sebab hingga ajdal datang menjemputnya ia tetap mempertahankan asas-asasnya diatas palang gantungan berbentuk salib. Keteguhan hatinya itu mengagumkan musuh dan menyemangati kawan. 

Revolusi Yesus Kristus dimulai sejak ia berumur 30 tahun. Ia berevolusi selama kurang lebih 3,5 tahun. Sempat ditolak oleh orang-orang ditempat asalnya, Nazaret, sebab mereka menganggap Yesus sebagai saudara mereka bukan tokoh yang diutus untuk membebaskan mereka. Revolusi yang diajarkan Yesus tak lepas dari nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kasih. Ia mengedepankan etika, moral, dan spiritual.

Yesus seringkali ditemukan dalam kerumunan banyak orang.  Terutama orang-orang miskin, menderita, melarat, cacat, sakit, perempuan berdosa. Mereka inilah bagi Yesus sebagai calon untuk hidup dalam negara 1.000 tahun damai yang akan datang dibumi kita ini yang penuh keadilan dan cinta kasih sayang. Yesus sendrirlah yang akan menjadi raja dalam negara tersebut.

Ajaran Yesus kalau boleh dengan kasar digambarkan ialah ‘komunisme sederhana’. Yesus pun memiliki jiwa sosialisme yang sering ia ajarkan kepada ,murid-muridnya. Dimana hak kepemilikan barang  tak berarti dansetiap orang sama. Sayang menyayangi sesama manusia. Terlebih Yesus menanmakn jiwa revolusioner dan sosialistis.Inilah bukti revolusioner sejati dalam diri Yesus.

Yesus Kristus datang ke hadapan bangsanya Israel dan memproklamasikan kepada rakyat Israel bahwa ia diutus oleh Allah untuk menyampaikan kabar baik kepada orang miskin, memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan membebaskan orang-orang tertindas.. Proklamasi tersebut dibuktikan dengan sebuah aksi nyata dimana Yesus berjalan dari kota ke kota, desa ke desa, untuk mengorganisir kaum miskin, kaum tertindas, pelacur, pemungut cukai, nelayan, serta orang-orang yang dianggap berdosa dan tak terhormat bagi Ahli Taurat dan Tetua bangsa Israel pada waktu itu. Organisir yang dilakukan Yesus berhasil dan cara perlawananan dilakukan tanpa kekerasan, pedang, ataupun mengangkat senjata. Cara-cara inilah yang membuat tokoh kemerdekaan India yang beragama Buddha, Mahatma Gandhi, sangat mengidolakan Yesus Kristus. Mahatma Gandhi mengedepankan perlawanan tanpa kekerasan untuk mengusir penjajah Inggris.

Yesus melawan kaum nya sendiri yang disebut Kaum Rabbi yang terdiri dari ahli taurat dan farisi. Yesus melihat suatu ketidakadilan dimana biaya untuk melayani gereja dan kaum rabbinya itu serta biaya untuk membayar perang kerajaan romawi mesti dipikul oleh rakyat Israel dengan jalan pajak. .Yesus menentang kaum rabbi serta paham mereka tentang agama.  Perlawanan dengan senjata terhadap kaum rabbi yang dilindungi oleh Kerajaan Romawi tak mungkin dilakukan oleh Yesus. Kaum Rabbi akhirnya iri hati melihat banyaknya pengikut Yesus diantara rakyat miskin. Rapat Shanderin dilakukan dan memutuskan untuk menangkap Yesus. Didepan Shanderin, Yesus ditanya oleh imam besar, apakah dia mengaku bahwa dia anak Allah. Yesus mengakui hal itu terus terang. Pengakuan ini dianggap sebagai penghinaan terhadap Tuhan. Atas pengakuan ini imam besar memutuskan bahwa Yesus mesti dihukum mati. Dihadapan Pontius Pilatus, wakil kerajaan romawi untuk galilea, Yesus mengaku pula terus terang sebagai Raja Orang Yahudi.
Sikap Yesus di depan hakim, ditengah-tengah ocehan, caci maki, dan diatas palang gantungan, masih tetap mengaku dan dan memegang teguh asasnya sangat menakjukan.

Dikatakan dalam Alkitab, Yesus Kristus memiliki kuasa ilahi yang mampu menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, berjalan diatas air, mengubah air menjadi anggur, membangkitkan orang mati, serta mujizat-mujizat lainya. Kuasa yang dimilikinya inilah yang membuat banyak orang takjub dan menjadi pengikutnya. Dengan kata lain kuasanya dipakai untuk kesejahteraan seluruh bangsa Israel.

Yesus memainkan politik ‘Kerajaan Allah’, yakni  politik yang mengutamakan keselamatan, kesejahteraan, belarasa, dan memihak korban atau manusia yang menjadi target penyebaran ajaran-Nya.

Yesus layak dijadikan inspirasi dalam revolusi suatu bangsa termasuk bangsa Papua yang hingga saat ini masih melakukan perlawanan terhadap penjajah Indonesia. Mengedepankan kasih, kebenaran, keadilan. Serta etika dan moral dalam suatu perjuangan pembebasan. Tanpa kekerasan sekalipun dan mengangkat senjata.  Dan yang terpenting memegang teguh asas sampai sampai nafas terakhir dalam revolusi.
Salam Revolusi....!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read User's Comments0